Aku Cinta kamu

Dia wanita biasa, aku tahu itu.
Dan ketika orang-orang mempertanyakan cintaku padanya, ku jawab "Dia memang biasa tapi aku cinta dan sayang dia".

Mencintainya sudah seperti kebutuhan, meski kadang tak ada kata yang terucap...
Mencintainya sudah seperti kebutuhan, meski kadang selalu di isi pertengkaran...

Tak peduli berapa menit, jam , hari bahkan tahun.... berapapun pertengkaran yang kita lalui, berapapun keheningan yang terjadi... aku masih tetap cinta.

"Ya, aku cinta kamu Icha" gumamku pada bulan.
Dan kuyakin kamu menatap bulan yang sama jauh di pulau seberang sana...
Aku menunggumu, karena cinta.

Sudah Terlambat

"Hey,... kamu mondar-mandir terus" ujar Asha padaku.
"Hmm, ada banyak hal yang ingin kukatakan" gumamku dalam hati.
... Esok hari kulihat dia bergandengan tangan dengan Vino,... ah sudahlah, sudah terlambat.


KAMU EGOIS !

Kamu egois... Iya kamu egois...
Aku ga boleh inilah... Ga boleh itulah...
Selalu ga boleh...

Kamu egois !... Iya kamu egois !...
Kamu suka banget ngelarang-larang aku bermain dengan duniaku sendiri...

Ah sungguh kamu egois !...
Apa-apa harus sama kamu... Aku kan punya kesenangan sendiri...
Aku bisa kok melakukan segalanya sendiri, menjaga diri dan hati...
Kamu ga perlu menemaniku...

Kenapa sih kamu egois !...
Selalu saja tidak percaya denganku... selalu saja salah paham padaku...
Meski sudah kujelaskan...

Kamu tuh ya... Memang benar-benar egois !...
Dan keegoisan kamu telah membuatku jatuh cinta...
I LOVE U

Alasan Telat

"Hey,... hmmm pantes sering telat, jadi ini alasannya.. menepi dipinggir jalan dan menikmati kopi". cetus Nelly selang beberapa saat turun dari taksi.

"Ah ngga kok, bukan" Rendra mengelak.

"Trus apa, motor kamu mogok..." tanya Nelly yang belum selesai bicara langsung disanggah oleh Rendra
"Sini deh, duduk di samping aku".

"Lihat itu .." Rendra berujar sambil menunjuk ke suatu arah.

"Apaan, langit, matahari... emang ada apa??" Nelly pun mengernyitkan dahinya karena kebingungan.

"Hmmm, sunrise... indah ya" Dengan senyum mengembang Rendra berujar.

"Sunrise... dipantai, digunung, itu baru bagus... ini mah ga ada bagusnya deh" Nelly pun makin heran dengan sahabat kuliahnya satu ini.

"Kamu liatnya jangan sekilas gitu, coba relaks, dan .... perhatikan.... dan bila fokus kamu bisa melihat pergerakan matahari itu dengan sangat indah" ucap Rendra.

beberapa saat mereka saling terdiam, hanya ada senyum yang mengembang diwajah mereka.

"Gimana, indah kan" Rendra membuka percakapan.
"Iya, indah,.. gue baru sadar" balas Nelly.

Itulah dia, ga perlu ke pantai, ke gunung, atau kemanapun untuk mencari pemandangan indah, karena sebenarnya keindahan itu kita yang nentuin, kita cuma butuh relaks dan perhatian yang fokus. Dan itu bedanya kenapa kalo kita jalan-jalan ketempat wisata begitu takjub dengan pemandangan yang kita lihat... itu karena kita relaks.

Kitanya aja yang ga respect sama sekitar. Karena itu aku selalu menikmati tiap perjalanan dengan melihat sekeliling yang aku lewati, yang tidak orang perhatikan, yang justru malah memerhatikan kemacetan dan segala hal yang negatif... huft.

"Hmm, oke... mari berangkat kekampus... jadi ikutan telatkan kamu...heheheh" celoteh Rendra.
Sunrise ditepi jalan

*Gambar diambil dengan EOS 1100D
 mode A-DEP.